Sabtu, 25 September 2010

Ketika Hujan Reda



: Anis N Laily

Ketika hujan reda,
Lipatan perahu kertas telah kuhanyutkan, diam diam
Mengapung di tepian alir sungaimu
Berisi selarik aksara
Yang mungkin hendak kita eja
Tentang gelegak waktu yang telah lalu
Tentang jalinan peristiwa yang hendak kita beri warna
Dan sekeping harap yang akan kita jaga

Ketika hujan reda,
Kutawarkan kepadamu
Tamasya padang ilalang tanpa tepi
Tempat bisik seribu kupu-kupu
Menjelma dzikir lirih sepenuh kalbu

Ketika hujan reda,
Kutawarkan kepadamu
Untuk menganyam nada pelangi di hampar benak
Takkan mudah memang,
Selaksa menampung uap embun di cekungan daun
Yaitu tempat kau dan aku
Ranum diperam kepompong waktu

(La Hanum)
Gondangdia, Sept 2010

1 komentar:

  1. :latifa hanum

    kata adalah jalan
    manusia diciptakan olehNYA dengan kesempurnaan
    terutama lisan
    jika tatap muka muskil dilaksanakan
    untaian kata dan kalimat adalah jalan untuk menjalin persahabatan

    kata adalah ungkapan
    benak dan kalbu adalah tempat logika
    sekaligus perasaan
    marah, sedih, kecewa, gundah, bahagia
    hanya satu jalan untuk mengutarakan

    kata adalah kenangan
    melodi indah persahabatan yang dilalui
    berjuta kenangan yang mungkin akan terjadi
    harusnya tersimpan abadi
    dalam memori

    jarak dan waktu bukan aral bagi kita, sahabat
    untuk saling mencurahkan apa yang kita
    rangkaian kata tlah mempertemukan
    kutunggu saat kita bersua

    BalasHapus